21 Okt 2025 18:35

Waspadai Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Sumsel Hadapi Peralihan Musim

Waspadai Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Sumsel Hadapi Peralihan Musim

Kaganga.com PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Oktober 2025. Peringatan ini disampaikan menyusul peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis, mengatakan bahwa sebagian besar wilayah di provinsi tersebut kini mulai mengalami peningkatan curah hujan dengan intensitas menengah. Kondisi ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa musim hujan telah mulai aktif di sebagian besar daerah Sumsel.

“Sekitar 85 persen wilayah Sumsel sudah memasuki musim hujan. Meski demikian, masih ada beberapa wilayah yang berada dalam masa peralihan dan berpotensi mengalami cuaca ekstrem,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, wilayah seperti Empat Lawang dan bagian selatan Ogan Komering Ilir (OKI) diprediksi hanya mengalami hujan ringan. Namun, potensi genangan air tetap perlu diantisipasi, terutama di daerah dengan sistem drainase yang kurang baik.

Pada dasarian II Oktober lalu, sebagian besar wilayah Sumsel mencatat curah hujan di bawah normal atau lebih rendah dari rata-rata. Namun kondisi mulai berubah pada dasarian III, di mana curah hujan meningkat di sejumlah daerah, seperti Musi Banyuasin, Lahat, dan OKI yang kini berada pada kategori normal.

Sementara itu, wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas Barat, dan Banyuasin bagian barat justru mencatat curah hujan di atas normal. Bahkan, di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, curah hujan mencapai 203 milimeter—menjadi yang tertinggi di Sumsel pada periode tersebut.

Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH), sebagian besar wilayah Sumsel mengalami hujan dengan kategori sangat pendek, yaitu hanya satu hingga lima hari tanpa hujan. Beberapa daerah seperti Palembang, Muara Enim, Lahat, dan Banyuasin mencatat HTH pendek antara enam hingga sepuluh hari. Sedangkan Ogan Ilir dan OKU Selatan masuk dalam kategori menengah, yakni 11–20 hari tanpa hujan.

“Pos hujan di Indralaya Utara, Ogan Ilir, mencatat hari tanpa hujan terpanjang yaitu sekitar 17 hari berturut-turut,” jelas Wandayantolis.

Dengan kondisi cuaca yang mulai berubah ini, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, memperbaiki sistem drainase, dan menjaga kebersihan lingkungan dinilai penting untuk mencegah dampak lanjutan seperti banjir dan penyakit pascagenangan.

“Cuaca ekstrem berpotensi terjadi dalam masa peralihan ini. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mengabaikan informasi peringatan dini dari BMKG,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel BMKG Sumatera Selata

Komentar