Kaganga.com PALEMBANG – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kesiapan infrastruktur terus dimatangkan. Salah satunya melalui pengecekan menyeluruh di ruas fungsional Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif strategis bagi pemudik.
PT Hutama Karya bersama Asosiasi Tol Indonesia (ATI) melakukan peninjauan langsung guna memastikan seluruh aspek layanan dan keselamatan telah memenuhi standar operasional.
Peninjauan tersebut dipimpin Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, didampingi Sekretaris Jenderal ATI Kris Ade serta Ketua Dewan Pengawas ATI Adhi Resza. Mereka mengevaluasi sejumlah titik vital di sepanjang jalur fungsional.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengecekan antara lain Jembatan Musi V, fasilitas Test Area 397A, hingga skema pengaturan lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Pangkalan Balai. Seluruh elemen tersebut dinilai krusial dalam mendukung kelancaran arus kendaraan saat puncak mudik.
Iwan Hermawan menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengoperasian jalur fungsional ini. Menurutnya, seluruh perangkat keselamatan, mulai dari rambu, marka jalan, penerangan, hingga kesiapan petugas lapangan, harus dalam kondisi optimal.
“Pengecekan ini memastikan seluruh elemen layanan, mulai dari kondisi jalur, perangkat keselamatan, hingga fasilitas pendukung di gerbang tol dan rest area, telah selaras dengan standar operasional yang terukur,” ujar Iwan, Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, Sekjen ATI Kris Ade menekankan pentingnya konsistensi standar pelayanan, terutama pada jalur yang difungsikan sementara selama periode mudik. Ia menilai kesiapsiagaan personel dan kejelasan informasi di lapangan sangat menentukan kenyamanan pengguna jalan.
Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Palembang–Rengas) dan Seksi 2 (Rengas–Pangkalan Balai) memiliki total panjang 54,5 kilometer. Proyek strategis ini dilengkapi Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter, sejumlah simpang susun, serta rest area di titik-titik strategis.
Hutama Karya menyatakan akan menindaklanjuti seluruh hasil evaluasi ATI melalui penguatan perangkat keselamatan serta penyempurnaan fasilitas layanan di lapangan. Kehadiran jalur fungsional ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di lintas utama Sumatera sekaligus memangkas waktu tempuh masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly