Kaganga.com PALEMBANG – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan melaksanakan rukyatul hilal awal Zulhijjah 1447 Hijriah di Helipad Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (17/5/2026) sore. Meski secara perhitungan astronomi posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyat, hilal tidak berhasil terlihat dari titik pemantauan di Palembang.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha selaku Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Taufiq, didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam Efriyansa, Kepala Kantor Kemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, perwakilan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Graha Teknologi Sumsel, ormas Islam, serta awak media.
Berdasarkan data Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sumsel, saat matahari terbenam pukul 17.57 WIB, posisi hilal berada pada ketinggian 6 derajat 6 menit 20 detik dengan sudut elongasi 9,61 derajat.
“Secara hisab, posisi hilal sudah memenuhi kriteria baru MABIMS, yakni minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Artinya, secara matematis hilal sudah memenuhi syarat,” ujar Taufiq.
Namun demikian, hasil pemantauan langsung menunjukkan hilal tidak tampak dari lokasi observasi di Palembang.
Menurut Taufiq, hasil rukyat dari Sumsel telah dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta untuk menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H.
“Masyarakat kami imbau menunggu pengumuman resmi Menteri Agama terkait penetapan awal Zulhijjah dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah,” katanya.
Apabila Sidang Isbat menetapkan 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, maka Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah akan diperingati pada 27 Mei 2026.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly