8 Apr 2026 18:45

Gubernur Herman Deru Dorong Lahirnya 100 Ribu “Sultan Muda”, Tekankan Adaptasi dan Inovasi di Era AI

Gubernur Herman Deru Dorong Lahirnya 100 Ribu “Sultan Muda”, Tekankan Adaptasi dan Inovasi di Era AI

Kaganga.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, mendorong generasi muda untuk berani beradaptasi dan berinovasi di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menargetkan lahirnya 100 ribu wirausaha muda atau yang ia sebut sebagai “sultan muda” di Sumsel melalui penguatan literasi teknologi dan kewirausahaan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Persiapan Pelatihan AI untuk UMKM yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumsel, Rabu (8/4/2026) pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AIM ASEAN bersama Kumpul Impact tersebut diikuti sekitar 300 peserta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi digital dan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal di Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan bahwa perubahan teknologi yang sangat cepat menuntut setiap individu, khususnya generasi muda, untuk selalu mutakhir dalam pengetahuan dan keterampilan. Menurutnya, sejumlah pekerjaan kini mulai tergantikan oleh teknologi, sehingga inovasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi semata. Ada faktor mendasar yang harus dimiliki setiap calon pengusaha, salah satunya adalah kemampuan mengekspresikan diri secara positif.

“Yang pertama itu ekspresi. Tidak ada orang sukses, baik birokrat maupun politisi, dengan wajah masam. Bukan soal cantik atau tidak, tetapi bagaimana menata ekspresi yang baik dan ramah,” ujar Herman Deru.

Selain itu, komunikasi yang baik juga menjadi faktor penting dalam membangun relasi dan kepercayaan. Sikap yang kurang ramah atau gemar menyindir, menurutnya, hanya akan menghasilkan simpati sesaat dan tidak membangun hubungan jangka panjang.

Herman Deru juga membagikan pengalaman pribadinya yang pernah mengalami kegagalan dalam kontestasi politik sebelum akhirnya dipercaya memimpin Sumatera Selatan. Ia menekankan pentingnya ketangguhan mental dan kemampuan bangkit dari kegagalan sebagai bekal utama dalam perjalanan menuju kesuksesan.

“Untuk sampai di titik ini, saya pernah kalah dalam pemilihan bupati dan gubernur. Namun, dengan ekspresi yang baik dan komunikasi yang tepat, banyak orang membantu,” katanya.

Ia pun mengajak para peserta untuk tidak terjebak pada keterbatasan modal dalam memulai usaha. Menurutnya, semangat, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, justru menjadi modal utama dalam membangun bisnis di era digital saat ini.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjutnya, menargetkan lahirnya 100 ribu “sultan muda” melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga komunitas digital. Ia menilai pembangunan ekosistem kewirausahaan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

Sementara itu, Associate Director AIM ASEAN, Sarita Kinanti, menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif regional untuk mendorong transformasi digital UMKM di kawasan Asia Tenggara.

Ia menilai Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang dalam dunia perdagangan sejak masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, sehingga potensi kewirausahaan di daerah ini sangat besar.

“Sumsel punya DNA saudagar. Tantangan ke depan adalah bagaimana UMKM mampu beradaptasi dengan digitalisasi dan memanfaatkan data,” ujarnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel UMKM Sumsel

Komentar