18 Jul 2026 17:45

Herman Deru: El Nino Tak Boleh Ganggu Target Sumsel Capai 5 Juta Ton Gabah

Herman Deru: El Nino Tak Boleh Ganggu Target Sumsel Capai 5 Juta Ton Gabah

Kaganga.com OKI – Ancaman musim kering akibat gejala El Nino mulai menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Meski demikian, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menghambat target peningkatan produksi pangan hingga 5 juta ton pada 2029.

Penegasan itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Desa Jukdadak, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis dan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho tersebut, Herman Deru mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama dengan memperkuat ketersediaan air melalui revitalisasi jaringan irigasi dan pemanfaatan air tanah.

"Kita panen di tengah mulai munculnya gejala El Nino. Ini untuk menyemangati para petani bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam mencarikan solusi terhadap kebutuhan air," ujarnya.

Menurut Herman Deru, lahan pertanian di Desa Jukdadak menjadi salah satu contoh keberhasilan pendampingan TNI Angkatan Darat yang mampu meningkatkan produktivitas petani. Ia berharap sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan petani terus diperkuat guna mewujudkan swasembada pangan nasional.

Ia menyebut produksi gabah kering giling (GKG) Sumsel pada 2025 mencapai sekitar 3,6 juta ton, sementara gabah kering panen (GKP) sekitar 4,2 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Sumsel di peringkat ketiga nasional dalam peningkatan produksi beras.

"Target Sumatera Selatan pada 2029 adalah mencapai produksi 5 juta ton. Mudah-mudahan target tersebut dapat kita capai bersama," katanya.

Herman Deru juga mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Darat dalam pendampingan petani, TNI Angkatan Udara dalam pengembangan tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, serta Polri yang berperan meningkatkan produksi jagung.

Panen raya tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak di 43 titik di Indonesia yang dipimpin secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri yang dinilai tidak hanya menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian.

Panen raya serentak ini menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Headline

Komentar