28 Apr 2025 21:25

Pemuda Prabumulih Kehilangan Handphone Akibat Pencopetan di Bawah Jembatan Ampera

Pemuda Prabumulih Kehilangan Handphone Akibat Pencopetan di Bawah Jembatan Ampera

Kaganga.com PALEMBANG – Keinginan untuk berwisata dan menikmati pemandangan Sungai Musi dan keramaian kota Palembang berujung malang bagi seorang pemuda asal Prabumulih. Aril Andika Pratama (20) menjadi korban pencopetan saat berada di bawah Jembatan Ampera, Sabtu (26/4/2025). Peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan membuatnya bingung.

Aril, yang datang bersama temannya untuk sekadar jalan-jalan, merasa sangat terkejut saat mendapati handphone miliknya hilang setelah mengalami insiden yang tak diduga. Ia mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada hari Minggu (27/4/2025) untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menceritakan kejadian tersebut, Aril menjelaskan bahwa ia dan temannya pada awalnya sedang berada di sekitaran Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera. Saat berada di bawah jembatan, tepatnya depan Pos Satpol PP, tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya. “Saya tidak sadar kalau handphone saya sudah diambil oleh orang itu,” kata Aril.

Setelah ditabrak, Aril sempat bingung dan tidak menyadari barang berharga miliknya hilang. Temannya kemudian menanyakan apakah ada barang yang hilang, dan saat diperiksa, ternyata handphone Vivo Y29 milik Aril yang disimpan di saku jaket sudah raib.

Merasa curiga, Aril dan temannya langsung berusaha mencari orang yang menabraknya tadi. Mereka berhasil menemukan pria yang dicurigai sebagai pelaku pencopetan. Namun, ketika dihadang dan ditanya mengenai handphone yang hilang, pelaku justru marah dan melarikan diri.

“Ciri-ciri orang itu, dia tinggi, kulit hitam, mengenakan topi dan membawa tas. Saat kami mau memeriksanya, dia langsung kabur,” jelas Aril. Meski sudah berusaha mengejar, pelaku berhasil meloloskan diri dan handphone milik Aril tetap tidak ditemukan.

Akibat kejadian tersebut, Aril kehilangan handphone Vivo Y29 warna putih marmer yang diperkirakan seharga Rp 2,4 juta. Meskipun demikian, ia tetap berharap pelaku dapat segera ditangkap dan barang yang hilang bisa kembali.

Laporan mengenai kejadian ini diterima oleh petugas piket SPKT Polrestabes Palembang. Kepala SPKT Polrestabes Palembang, melalui Panit II, Erwinsyah, mengatakan bahwa laporan korban sudah diterima dan akan segera diteruskan ke Satreskrim untuk diproses lebih lanjut. "Laporan akan kami teruskan ke Satreskrim untuk ditindaklanjuti," ujar Erwinsyah.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Seputeran Kito pencopetan

Komentar