24 Sep 2026 17:40

OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa

OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa

Kaganga.com,PALEMBANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan mendorong penguatan akses pembiayaan sebagai salah satu kunci mempercepat pengembangan industri kelapa di Sumsel. Hingga saat ini, dukungan pembiayaan dalam ekosistem kelapa berbasis closed loop telah mencapai Rp185,88 miliar.

Penguatan tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem usaha yang menghubungkan petani dan kelompok tani dengan industri pengolahan, eksportir, lembaga jasa keuangan hingga pasar. Dengan pola tersebut, pembiayaan tidak hanya menyasar sektor produksi, tetapi juga pengolahan, investasi, pemasaran hingga kegiatan ekspor.

Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, EPK, LMSt OJK Sumsel, Tito Adji Siswantoro, mengatakan pengembangan komoditas kelapa membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“OJK mendorong pengembangan komoditas kelapa melalui pendekatan ekosistem closed loop yang menghubungkan petani dan kelompok tani, industri pengolahan, eksportir, lembaga jasa keuangan hingga pasar,” kata Tito dalam kegiatan Musyawarah Nasional II Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO), Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, akses pembiayaan perlu menjangkau seluruh mata rantai usaha agar pengembangan komoditas kelapa tidak berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah. Dukungan sektor keuangan diharapkan menjadi daya ungkit untuk mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah yang diterima petani.

“Kami berharap penguatan akses keuangan ini dapat menjadi daya ungkit bagi hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas kelapa Sumatera Selatan,” ujarnya.

Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan kelapa. Luas lahan kelapa di daerah ini mencapai sekitar 68 ribu hektare dengan produksi lebih dari 61 ribu ton. Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu sentra utama komoditas tersebut.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, M. Ichwansyah, mengatakan potensi tersebut perlu dikembangkan lebih jauh dengan mendorong pergeseran dari produksi primer menuju hilirisasi dan industrialisasi.

“Potensi kelapa Sumatera Selatan tidak berhenti pada buah kelapa dan kopra. Berbagai bagian kelapa dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, mulai dari minyak kelapa, VCO, santan, tepung kelapa, sabut, arang tempurung hingga produk industri lainnya,” katanya.

Ia menilai pengembangan industri kelapa harus dibangun dalam satu ekosistem yang memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan industri pengolahan di daerah.

Karena itu, Munas II PERPEKINDO diharapkan tidak hanya menghasilkan rumusan organisasi, tetapi juga mendorong langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, OJK, industri jasa keuangan, petani, pelaku usaha dan eksportir.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mempercepat hilirisasi komoditas kelapa. Penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir diharapkan mampu meningkatkan daya saing kelapa Sumsel sekaligus memperbesar nilai ekonomi yang diterima petani dan masyarakat.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk

Tag : OJK Sumsel ojk palembang

Komentar