18 Mei 2025 13:30

OJK Gelar SYAFIF Goes to Palembang, Dorong Inklusi Keuangan Syariah Lewat Edukasi dan Kolaborasi

OJK Gelar SYAFIF Goes to Palembang, Dorong Inklusi Keuangan Syariah Lewat Edukasi dan Kolaborasi

Kaganga.com,Palembang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK Syariah) kembali menggelar ajang Syariah Financial Fair (SYAFIF) dengan tajuk “SYAFIF Goes to Palembang”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 16 hingga 18 Mei 2025, di Main Atrium Palembang Indah Mall, Sumatera Selatan.

SYAFIF merupakan program unggulan OJK yang bertujuan untuk memperkenalkan serta memasyarakatkan produk dan layanan keuangan syariah. Melalui rangkaian pameran, edukasi publik, talkshow interaktif, hingga berbagai kompetisi menarik, OJK dan PUJK Syariah berharap dapat mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Program ini digelar sebagai bagian dari hasil kerja sama dengan Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS), yang dibentuk OJK pada Januari 2025. Palembang menjadi kota kedua dari lima kota yang disasar dalam pelaksanaan SYAFIF tahun ini.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota DPD/MPR RI asal Sumatera Selatan yang juga Duta Literasi Keuangan Syariah, dr. Ratu Tenny Leriva, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, serta Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi.

Dalam sambutannya, Friderica menegaskan pentingnya peran sektor keuangan syariah sebagai pilar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. Ia mengungkapkan bahwa per Maret 2025, total aset industri keuangan syariah nasional telah menembus Rp2.900 triliun, yang terdiri dari perbankan syariah sebesar Rp960 triliun, pasar modal syariah Rp1.700 triliun, serta lembaga keuangan nonbank syariah senilai Rp174,7 triliun.

“Indonesia memiliki bonus demografi dan populasi muslim terbesar di dunia. Ini merupakan potensi besar yang tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadikan kita sebagai pemain utama, baik secara nasional maupun global,” ujar Friderica.

Meski indeks literasi keuangan syariah mengalami peningkatan dari 39% menjadi 43,42%, Friderica menyoroti bahwa angka inklusi masih rendah, yakni hanya 13,41%. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Banyak masyarakat yang tahu tentang produk syariah, namun belum menggunakannya,” tambahnya.

Ia juga mendorong pendekatan komunitas sebagai strategi kunci, seperti melalui pondok pesantren dan tokoh agama, dalam menyebarkan pemahaman keuangan syariah. Dalam upaya ini, OJK menggandeng Kementerian Agama untuk melatih para dai dan ustaz sebagai agen literasi keuangan syariah di komunitasnya masing-masing.

Senada dengan itu, dr. Ratu Tenny Leriva menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata OJK dalam memajukan literasi dan inklusi keuangan syariah. Ia menyebut, pada tahun 2022, tingkat inklusi keuangan di Sumatera Selatan mencapai 88%, dengan tingkat literasi yang bahkan melampaui angka nasional, yakni sebesar 52%. Namun, ia menggarisbawahi masih adanya kesenjangan akses, khususnya di wilayah pinggiran dan pedesaan.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menyampaikan bahwa SYAFIF Goes to Palembang tahun ini diikuti oleh 19 PUJK Syariah yang bergerak di berbagai sektor, termasuk perbankan, pergadaian, pembiayaan, penjaminan, serta layanan pendanaan berbasis teknologi berbasis syariah (LPBBTI).

Melalui gelaran ini, OJK berharap masyarakat semakin tertarik untuk mengenal lebih dekat dan memanfaatkan layanan keuangan syariah secara aktif dan bijak, demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk

Tag : ojk palembang

Komentar