Kaganga.com PALEMBANG – Keresahan warga Palembang belakangan ini meningkat setelah mencuat kabar percobaan penculikan terhadap seorang siswi sekolah menengah pertama. Di tengah kekhawatiran para orang tua, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta didik di seluruh sekolah.
Melalui Surat Edaran Nomor 421/3040/Disdik-I/2025, Disdik Palembang meminta seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengawasan di lingkungan sekolah. Edaran ini diterbitkan menyusul insiden yang menimpa seorang siswi SMP Negeri 30 Palembang bernama Elsa (12), yang nyaris menjadi korban percobaan penculikan di kawasan Jalan Panjaitan, Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) Palembang pada Jumat (31/10/2025) sore.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM, mengatakan penerbitan edaran tersebut merupakan bentuk tanggap cepat pemerintah daerah terhadap isu yang menyangkut keselamatan anak. Ia menegaskan agar pihak sekolah tidak menganggap remeh situasi yang dapat mengancam keamanan peserta didik.
“Setiap kepala sekolah wajib menugaskan guru piket dan petugas keamanan untuk memantau aktivitas di sekitar gerbang sekolah, terutama pada jam masuk dan pulang,” ujar Affan saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025). “Kami ingin memastikan setiap anak merasa aman saat berada di lingkungan pendidikan.”
Selain memperketat penjagaan, Disdik juga menginstruksikan agar siswa tidak diizinkan meninggalkan sekolah tanpa surat izin resmi dari pihak sekolah atau wali murid. Hal ini guna mencegah pihak yang tidak dikenal memanfaatkan kelengahan sekolah saat jam belajar berlangsung.
Tak hanya itu, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam menjaga keselamatan anak. Disdik mengimbau agar penjemputan siswa dilakukan tepat waktu dan tidak diserahkan kepada orang yang tidak dikenal. “Kami minta orang tua aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah. Bila perlu, gunakan grup komunikasi resmi untuk memastikan kejelasan informasi,” tegas Affan.
Untuk memperkuat pengamanan, Disdik Palembang juga berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti pihak kepolisian dan Babinsa di wilayah masing-masing sekolah. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan pengawasan berlapis serta mempersempit peluang terjadinya tindak kejahatan terhadap pelajar.
Lebih lanjut, Disdik meminta seluruh sekolah memberikan penyuluhan dan edukasi kepada siswa terkait pentingnya mengenali modus penculikan. Siswa diminta agar tidak mudah percaya pada ajakan orang asing serta segera meminta pertolongan bila merasa terancam. Edukasi ini, menurut Affan, penting untuk membentuk kesadaran dan keberanian anak dalam melindungi diri.
Di sisi lain, Disdik juga mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial. “Kami tidak ingin kepanikan justru muncul akibat hoaks. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi seperti kepolisian, pemerintah daerah, atau Disdik,” imbuhnya.
Sebagai bentuk perhatian, pihak sekolah bersama Disdik juga telah mendatangi rumah Elsa untuk memberikan dukungan moral serta memastikan kondisi psikologisnya. “Kami ingin memastikan anak tidak mengalami trauma berkepanjangan. Sekolah harus hadir, tidak hanya sebagai tempat belajar, tapi juga tempat perlindungan,” tutup Affan
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Headline Peristiwa Seputeran Kito