Kaganga.com PALEMBANG – Tidak semua perjalanan dimulai dengan langkah kaki, tetapi bagi Eko Purwanto, setiap langkah adalah wujud dari keimanan dan tekad. Pria asal Depok, Jawa Barat ini memulai perjalanan luar biasa: berjalan kaki dari kampung halamannya menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji.
Eko, 37 tahun, bukan hanya mengejar rukun Islam kelima, tetapi juga ingin menjadikannya pengalaman spiritual yang penuh makna. Demi mewujudkan niatnya tersebut, ia rela meninggalkan kenyamanan hidup, termasuk pekerjaan yang selama ini ia jalani.
Perjalanan ini tidak Eko tempuh sendirian. Ia ditemani oleh rekannya Muhammad Eka Sandy, yang memiliki niat serupa. Keduanya dipertemukan di Lampung, lalu melanjutkan perjalanan bersama hingga tiba di Palembang.
“Ini perjalanan pertama saya ke Mekah, dan saya ingin melakukannya dengan cara yang tidak biasa—jalan kaki,” kata Eko saat ditemui di Masjid Assa’adah, Palembang, Rabu (28/5/2025).
Sebelum berangkat, Eko telah melakukan berbagai persiapan matang selama satu tahun terakhir. Ia mengurus paspor, visa, dan menyiapkan dana, serta meminta restu keluarga. Keputusan ini bukan tanpa pengorbanan; Eko bahkan harus meninggalkan pekerjaannya demi fokus menjalani perjalanan ini.
Targetnya, perjalanan kaki ini akan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan bulan. Meski berat, Eko yakin segala kesulitan akan terbayar saat ia menjejakkan kaki di tanah suci.
Untuk bertahan hidup selama di perjalanan, Eko membawa batu bacan hasil kerajinannya yang ia jual kepada orang-orang yang ditemui di jalan. “Alhamdulillah, setiap tempat yang kami singgahi selalu ada orang baik. Selama 23 hari ini, saya belum pernah mengeluarkan uang untuk membeli nasi,” tuturnya.
Eko mengaku perjalanan ini memberinya banyak pelajaran dan pengalaman spiritual yang mendalam. Ia berharap masyarakat turut mendoakan agar ia dan rekannya dapat sampai ke Mekah dengan selamat serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Peristiwa Seputeran Kito