12 Jan 2026 17:55

Tahan Devisa Kesehatan, Sumsel Kembangkan Wisata Medis Berstandar Internasional

Tahan Devisa Kesehatan, Sumsel Kembangkan Wisata Medis Berstandar Internasional

Kaganga.com PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengambil langkah strategis untuk menahan arus masyarakat yang selama ini memilih berobat ke luar negeri. Melalui program Health Tourism atau Wisata Medis, Sumsel menargetkan peningkatan daya saing layanan kesehatan daerah sekaligus memperkuat ekonomi sektor jasa.

Program Wisata Medis tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada akhir Januari 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari kebijakan Gubernur Sumsel dalam mendorong optimalisasi rumah sakit daerah agar mampu memberikan pelayanan kesehatan berstandar internasional.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. Trisnawarman, mengatakan program ini dirancang untuk mempertahankan masyarakat Sumsel agar tetap memanfaatkan layanan kesehatan di daerah sendiri, tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.

“Pesan Pak Gubernur jelas, kita ingin masyarakat Sumsel percaya dan bertahan berobat di daerah sendiri. Rumah sakit unggulan kita harus mampu memberikan pelayanan terbaik dan kompetitif,” ujar dr. Trisnawarman saat diwawancarai, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, konsep Health Tourism mengintegrasikan layanan medis berkualitas tinggi dengan fasilitas pendukung yang nyaman, termasuk paket wisata. Skema ini menyasar masyarakat mampu yang membutuhkan pelayanan ekstra di luar layanan reguler.

“Program ini bersifat profit dan tidak menggunakan skema BPJS. Targetnya masyarakat yang selama ini memilih berobat ke luar negeri. Kini mereka bisa mendapatkan layanan setara tanpa harus keluar daerah,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, RSUD Siti Fatimah Palembang ditunjuk sebagai pionir pelaksanaan Wisata Medis di Sumsel. Rumah sakit tersebut saat ini tengah menunggu sertifikasi dari Kementerian Kesehatan untuk tiga layanan unggulan, yakni jantung, ortopedi, dan medical check-up.

“RSUD Siti Fatimah akan menjadi role model. Setelah itu, rumah sakit lain akan didorong mengembangkan layanan spesialisasi berbeda seperti bayi tabung, ginjal, dan layanan unggulan lainnya,” ungkap dr. Trisnawarman.

Selain pengembangan wisata medis, Pemprov Sumsel juga terus memperkuat program kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui penelitian vaksin Dengue untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Palembang.

Dalam program tersebut, sebanyak 5.000 anak akan mendapatkan vaksin Dengue secara gratis hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan perusahaan farmasi Takeda. Vaksinasi direncanakan dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Efektivitas vaksin Dengue ini mencapai 80 persen dalam menurunkan risiko sakit parah dan kematian. Harga vaksinnya cukup mahal jika mandiri, sehingga program gratis ini sangat membantu masyarakat,” katanya.

Meski vaksinasi mulai diperkenalkan, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa upaya pencegahan melalui pola hidup bersih dan gerakan 3M tetap menjadi prioritas utama. Vaksin diharapkan menjadi perlindungan tambahan bagi anak usia sekolah yang rentan terpapar DBD.

“Harapan kami ke depan, program ini bisa dianggarkan secara berkelanjutan. Vaksin ini bukan menggantikan pencegahan, tapi menjadi pelindung tambahan agar anak-anak tidak mengalami kondisi parah saat terinfeksi,” pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Kepala Dinas Kesehat

Komentar