27 Feb 2026 18:25

Sumsel Targetkan 1.500 Km Jalan Mulus H-10 Lebaran, Siap Jadi Simpul Utama Mudik Sumatera

Sumsel Targetkan 1.500 Km Jalan Mulus H-10 Lebaran, Siap Jadi Simpul Utama Mudik Sumatera

Kaganga.com Palembang — Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat pembenahan infrastruktur demi memastikan kelancaran pergerakan jutaan pemudik. Provinsi ini diproyeksikan menjadi salah satu jalur darat terpadat di Sumatera, dengan estimasi mobilitas mencapai 3,87 juta orang selama periode Lebaran.

Sebagai penghubung utama jalur darat dari Lampung menuju Jambi hingga Aceh, Sumsel memegang peran strategis dalam distribusi arus kendaraan lintas provinsi. Karena itu, kesiapan jalan nasional dan provinsi menjadi perhatian serius agar tidak terjadi hambatan yang berpotensi memicu kemacetan panjang.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer menjadi prioritas utama. Ia memastikan seluruh ruas berlubang akan tuntas diperbaiki paling lambat H-10 Lebaran.

“H-10 seluruh lubang sudah tertutup semua. Itu jaminan dari Kementerian PU. Termasuk jalan yang sempat viral seperti penghubung Muba-Mura,” ujar Herman Deru, Jumat (27/2/2026).

Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik krusial, seperti ruas Musi Banyuasin–Musi Rawas, Banyuasin, Palembang–Prabumulih, hingga Prabumulih–Lahat. Jalur Palembang–Betung yang menjadi akses utama menuju Jambi juga mendapat perhatian khusus karena kerap menjadi titik kepadatan kendaraan.

Dari total sekitar 60 kilometer ruas Palembang–Betung, sepanjang 22 kilometer di antaranya rawan kemacetan akibat bottleneck atau penyempitan jalan. Pemerintah daerah berharap optimalisasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga beban jalan nasional berkurang.

Selain infrastruktur jalan, sektor perkeretaapian turut menjadi perhatian. Peningkatan frekuensi angkutan batu bara dikhawatirkan memicu kepadatan di perlintasan sebidang. Untuk itu, disepakati pembangunan empat flyover di Muara Enim guna mengurai potensi kemacetan saat arus mudik berlangsung.

Pemprov Sumsel juga meminta penegasan larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum selama periode mudik dan balik Lebaran. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan pribadi dan bus antarkota.

Di sektor transportasi laut, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Tanjung Carat terus didorong sebagai bagian dari penguatan konektivitas logistik dan penumpang. Sementara itu, penambahan penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang turut diusulkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang udara.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut kesiapan Sumsel menghadapi angkutan Lebaran berjalan cukup baik. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pergerakan jutaan pemudik dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga menyiapkan kebijakan pendukung seperti diskon tarif tol pada periode tertentu guna membantu kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Jalan mulus menjelan

Komentar