23 Okt 2025 17:45

Sumsel Resmi Luncurkan Kurikulum Muatan Lokal Kemandirian Pangan, Gubernur Herman Deru Dorong Genera

Sumsel Resmi Luncurkan Kurikulum Muatan Lokal Kemandirian Pangan, Gubernur Herman Deru Dorong Genera

Kaganga.com Palembang — Momentum penting bagi dunia pendidikan dan ketahanan pangan di Sumatera Selatan berlangsung di Hotel Novotel Palembang, Kamis (23/10/2025). Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta ICRAF Indonesia secara resmi meluncurkan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Kemandirian Pangan untuk jenjang SMA dan SMK. Peluncuran yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, S.H., M.M., menjadi penanda komitmen kuat daerah ini dalam menumbuhkan kemandirian pangan berbasis pendidikan dan kearifan lokal.

Acara yang diselenggarakan secara luring dan daring ini diawali dengan tari penyambutan Tanggai oleh siswa SMA Negeri 13 Palembang, diikuti menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta doa bersama. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondyaboni, SE, S.Kom, M.Si, M.Pd, melaporkan bahwa kurikulum Mulok Kemandirian Pangan merupakan hasil kolaborasi riset-aksi Land4Lives yang dijalankan oleh ICRAF Indonesia dengan dukungan Pemerintah Kanada.

“Program ini sudah diuji coba di 34 sekolah di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dengan melibatkan lebih dari 8.000 siswa. Hasilnya, lebih dari 80 persen sekolah mendukung penerapan Mulok ini, dengan peningkatan pengetahuan gizi, minat bercocok tanam, dan kebiasaan makan sehat di kalangan siswa,” ujar Mondyaboni dalam laporannya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi membuka dan meluncurkan kurikulum Mulok tersebut dengan pemutaran video dokumenter serta penyerahan simbolis dokumen Mulok Kemandirian Pangan. Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menerima penghargaan dari Badan Pangan Nasional (BAPANAS) dan plakat apresiasi dari ICRAF Indonesia, disusul dengan foto bersama dan konferensi pers.

Dalam sambutannya, Deru menegaskan bahwa peluncuran kurikulum ini sejalan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang telah dicanangkan sejak 2021. “Gerakan ini bukan sekadar mengenal jenis tanaman atau hewan pangan, tapi bagaimana menumbuhkan pola pikir kemandirian. Dunia pendidikan kini menjadi bagian penting dari gerakan tersebut,” kata Deru. Ia juga berpesan agar generasi muda menjadikan semangat kemandirian pangan sebagai bekal hidup agar tak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen pangan lokal di masa depan.

Direktur ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, menambahkan bahwa edukasi pangan lokal yang menyasar generasi muda merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan adaptasi perubahan iklim. “Melalui Mulok Kemandirian Pangan, siswa diajak mengenal ragam pangan lokal, memahami gizi seimbang, menanam dan mengolah hasil bumi, hingga memasarkan produk pangan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Rinna Syawal, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan BAPANAS, dalam paparannya menekankan pentingnya potensi pangan lokal Sumatera Selatan yang sangat beragam, sebagai modal besar mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi praktik baik dari sekolah-sekolah uji coba, menampilkan karya siswa dan pameran produk pangan lokal. Tak hanya itu, peserta juga diajak berpartisipasi dalam sesi interaktif seperti games B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) dan desain kebun sekolah berbasis agroforestry.

Peluncuran kurikulum Mulok Kemandirian Pangan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal serta mendukung Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 22 Tahun 2022 tentang Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra pembangunan seperti CIFOR-ICRAF serta Yayasan Kehati, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan pendidikan berbasis pangan lokal yang berkelanjutan, serta menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan kurikulum serupa.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : ICRAF Indonesia Pemprov Sumsel

Komentar