Palembang – Di tengah maraknya produk mainan pabrikan, miniatur kapal dan pesawat buatan tangan masih punya tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu perajin yang menjaga tradisi itu adalah Salim (48), warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Palembang.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 tahun ini, Salim kebanjiran pesanan. Ia mengatakan permintaan miniatur buatannya meningkat signifikan dibanding hari-hari biasa. Miniatur kapal dan pesawat itu biasanya digunakan untuk perlombaan dan hiasan khas Agustusan.
“Alhamdulillah, tahun ini bisa produksi sekitar 600 unit. Kapal saya jual Rp15.000 dan pesawat Rp20.000 per buah. Omzetnya sekitar Rp10 juta,” kata Salim saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/8/2025).
Produk miniatur yang ia buat memiliki ciri khas tersendiri. Menggunakan bahan utama dari akar gabus dan kardus bekas, Salim menyulap limbah tak bernilai menjadi kerajinan yang laris manis di pasaran. Kapal dibuat dari campuran akar gabus dan kardus, sedangkan pesawat menggunakan akar gabus murni.
Untuk mendapatkan bahan baku berkualitas, Salim mengaku mulai berburu sejak awal tahun. Ia rela menjelajah wilayah-wilayah di Sumatera Selatan seperti Punti Kayu, Tanjung Api-api, hingga Bakung, Gelumbang, demi mengumpulkan akar gabus pilihan.
“Satu akar gabus sekitar satu meter bisa jadi enam badan pesawat. Prosesnya cukup panjang. Mulai dari mengasah, membentuk badan, mengecat, sampai merakit,” jelasnya. Dalam proses itu, keluarganya turut membantu menghias dan menyelesaikan detail akhir produk.
Salim menekuni usaha ini sejak lebih dari dua dekade lalu secara turun-temurun. Awalnya ia harus berkeliling untuk menawarkan barang dagangannya, tapi kini pelanggan justru datang sendiri ke rumahnya untuk membeli dalam jumlah besar.
“Biasanya dari pasar-pasar tradisional seperti Lemabang, Palimo, Perumnas, Kuto, dan 26 Ilir. Mereka datang beli dalam partai untuk dijual lagi,” katanya. Ia pun berharap ke depan, pemerintah dapat lebih memberi dukungan terhadap pelaku usaha mikro lokal seperti dirinya.
“Miniatur seperti ini sudah jadi bagian dari budaya perayaan Agustusan di Palembang. Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan pengrajin seperti kami agar usaha tetap hidup,” pungkas Salim.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Pemprov Sumsel Salim