27 Nov 2025 16:10

Paskomnas Dorong Penataan Pola Tanam Hortikultura untuk Kendalikan Harga Pangan di Sumsel

Paskomnas Dorong Penataan Pola Tanam Hortikultura untuk Kendalikan Harga Pangan di Sumsel

Kaganga.com,Palembang — Langkah strategis untuk menekan gejolak harga pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali digagas melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas). Fokus utama kolaborasi ini adalah penyusunan pola tanam yang lebih terarah bagi komoditas hortikultura, yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama inflasi daerah.

Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru pada Rabu (26/11/2025). Dalam kesempatan itu, ia menyebut pemaparan Paskomnas sebagai langkah teknis yang dapat menjadi solusi konkret untuk menata produksi secara lebih presisi.

Deru menegaskan bahwa persoalan pasokan dari luar daerah masih menjadi tantangan besar. Menurut laporan yang diterimanya, sekitar 40 persen kebutuhan di Pasar Induk Jakabaring masih dipenuhi dari provinsi lain, sehingga memicu ketergantungan yang cukup tinggi.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuka peluang bagi Sumsel untuk meningkatkan kapasitas produksi lokal melalui pembinaan pola tanam yang lebih terkoordinasi. Dengan demikian, daerah penghasil dapat menyesuaikan waktu tanam dan panen sesuai kebutuhan pasar.

Ia juga menilai pengalaman Paskomnas dalam membaca pola permintaan di pasar nasional akan membantu mengurangi ketimpangan antara ketersediaan dan kebutuhan komoditas hortikultura di Sumsel.

“Paskomnas siap bekerja sama dengan daerah penghasil untuk mengisi kekurangan tersebut,” ujar Deru, sembari menekankan pentingnya integrasi sistem dari hulu hingga hilir agar harga tetap stabil.

Deru menambahkan bahwa perbaikan alur pasok dapat mencegah fluktuasi harga yang tidak wajar, sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah berharap, dengan suplai yang lebih teratur, stabilitas pasar dapat tercapai secara lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, Direktur Paskomnas Hartono Wignjopranoto memastikan pihaknya akan menyelaraskan jadwal tanam dan distribusi dengan kabupaten penghasil sayuran. Saat ini, baru sekitar 60 persen pasokan Pasar Induk Jakabaring berasal dari dalam provinsi.

Hartono menyebut potensi Sumsel sangat besar jika produksi lokal dikelola secara tepat. Ia menjelaskan bahwa data harga dan pasokan yang dimiliki Paskomnas akan dijadikan dasar dalam menyusun pola tanam agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan produksi.

Selain itu, ia menegaskan perlunya pembenahan pada aspek pascapanen. Pemisahan antara barang berkualitas baik dan kurang baik, menurutnya, penting untuk menciptakan harga yang lebih adil dan kompetitif di pasar.

“Dengan pembenahan ini, kami berupaya agar pasokan ke pasar dapat lebih banyak dipenuhi dari dalam provinsi,” pungkas Hartono.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Inesalk

Tag : Pemerintah Provinsi

Komentar