5 Jun 2025 19:30

Menjelang Iduladha, Karantina Sumsel Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Menjelang Iduladha, Karantina Sumsel Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Pelabuhan Tanjung Api-Api

Kaganga.com Banyuasin – Menyambut Hari Raya Iduladha, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit hewan dengan menggelar operasi patuh karantina di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Rimau Sungsang, Palembang, Kabupaten Banyuasin, pada Rabu (4/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Badan Karantina Indonesia (Barantin) untuk memastikan kesehatan hewan kurban, seperti sapi, kambing, dan domba, yang akan dikirim dari dan menuju wilayah Sumatera Selatan, khususnya menjelang lonjakan arus komoditas di masa puncak distribusi.

Dalam operasi tersebut, Karantina Sumsel tak hanya memeriksa hewan ternak, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap alat angkut, kendaraan pribadi, serta pejalan kaki yang membawa komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya. Wilayah pengawasan mencakup rute pelayaran ke dan dari Kepulauan Bangka Belitung.

Sri Endah Ekandari, Kepala Karantina Sumsel, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi prosedur karantina. “Operasi ini sebagai pengingat bagi masyarakat bahwa pelaporan dan pemeriksaan karantina itu wajib, terutama saat mengangkut hewan kurban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/6).

Endah menjelaskan bahwa pelabuhan Tanjung Api-Api menjadi salah satu titik rawan karena tingginya volume lalu lintas hewan ternak menjelang Iduladha. Tanpa pengawasan ketat, risiko penyebaran penyakit hewan seperti antraks atau penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat meningkat.

Semua hewan kurban yang akan dilalulintaskan, kata Endah, wajib dilaporkan kepada petugas karantina di pelabuhan. Selain itu, hewan harus disertai dokumen resmi yang menyatakan telah melalui pemeriksaan dan layak secara kesehatan. “Intinya, hewan yang sampai ke tangan masyarakat harus dalam kondisi sehat dan aman,” tegasnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Koramil Sungsang, dan Polsek Sungsang. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pengawasan serta memperkuat langkah pencegahan di lapangan.

Dengan operasi patuh karantina ini, Karantina Sumsel berharap masyarakat dapat beribadah kurban dengan lebih tenang dan yakin bahwa hewan yang dikurbankan telah melalui proses pemeriksaan yang ketat. “Kami akan terus bersinergi dalam menjaga wilayah Sumsel dari ancaman hama dan penyakit yang bisa merugikan masyarakat,” tutup Endah.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Karantina Sumsel

Komentar