25 Feb 2026 18:25

Lonjakan Pemudik 3,8 Juta Orang Bayangi Lebaran 2026, Sumsel Kebut Perbaikan Jalan Nasional

Lonjakan Pemudik 3,8 Juta Orang Bayangi Lebaran 2026, Sumsel Kebut Perbaikan Jalan Nasional

Kaganga.com PALEMBANG — Ancaman kemacetan, kerusakan jalan, dan gangguan transportasi menjadi sorotan utama menjelang arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan seluruh lubang di jalan nasional ditutup H-10 Lebaran guna menekan risiko kecelakaan dan kemacetan yang kerap berulang tiap musim mudik.

Target tersebut disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat mendampingi Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Griya Agung, Rabu (25/2/2026). Rakor ini melibatkan Forkopimda, TNI-Polri, serta kepala daerah se-Sumsel untuk memetakan kesiapan lintas sektor.

Herman Deru menegaskan, percepatan perbaikan sekitar 1.500 kilometer jalan nasional menjadi prioritas karena Sumsel diproyeksikan menjadi salah satu wilayah dengan pergerakan pemudik terbesar di Sumatera. Jalur Musi Rawas, Banyuasin, Musi Banyuasin, hingga ruas Palembang–Prabumulih dan Prabumulih–Lahat masuk daftar prioritas perbaikan.

Salah satu titik krusial adalah ruas Palembang–Betung yang menjadi simpul pergerakan kendaraan menuju Jambi dan Aceh. Dari total 60 kilometer jalur padat tersebut, sekitar 22 kilometer masih menjadi titik kemacetan akibat bottleneck dan konektivitas interchange yang belum optimal.

Untuk mengurai kepadatan, Pemprov Sumsel mengandalkan optimalisasi jaringan Tol Trans-Sumatera, termasuk Tol Palembang–Betung dan Tol Palembang–Indralaya. Pemerintah berharap distribusi kendaraan dapat lebih merata sehingga tekanan di jalan arteri dapat berkurang.

Di sektor perkeretaapian, persoalan perlintasan sebidang juga menjadi isu utama karena aktivitas angkutan batu bara yang intens memicu kemacetan dan risiko kecelakaan. Sebagai solusi, direncanakan pembangunan empat flyover di wilayah Muara Enim, yang kini masih menunggu percepatan dukungan dari pemerintah pusat.

Pemprov Sumsel juga meminta Kementerian Perhubungan memperkuat penegakan larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum, termasuk opsi sanksi tegas bagi pelanggar. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama periode mudik.

Selain itu, Sumsel mendorong percepatan Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Tanjung Carat serta mengusulkan penambahan maskapai penerbangan karena tren lonjakan penumpang udara terus meningkat menjelang Lebaran.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut persiapan Sumsel sudah berada di jalur yang tepat. Ia menegaskan perbaikan jalan tol dan nasional menjadi prioritas nasional dan ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

Berdasarkan proyeksi Kemenhub, sekitar 3,8 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan menuju atau melintasi Sumsel selama periode Lebaran 2026. Posisi strategis Sumsel sebagai jalur lintas Sumatera membuat kesiapan infrastruktur menjadi faktor krusial.

Pemerintah pusat juga menyiapkan diskon tarif tol untuk mengurangi beban pemudik dan mendorong distribusi lalu lintas yang lebih merata. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci sukses pengamanan arus mudik dan balik tahun ini.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Rapat Koordinasi Pen

Komentar