26 Mei 2026 19:50

Herman Deru Paparkan Strategi Ekonomi Sumsel di Forum Nasional OJK

Herman Deru Paparkan Strategi Ekonomi Sumsel di Forum Nasional OJK

Kaganga.com JAKARTA — Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru memaparkan strategi pembangunan dan penguatan ekonomi daerah saat tampil sebagai pembicara dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ballroom Dana Rote, Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam forum nasional bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” tersebut, Herman Deru menjadi satu-satunya gubernur dari wilayah Sumatera yang dipercaya mengisi sesi Regional Voice bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Kehadiran Herman Deru dinilai mencerminkan perhatian pemerintah pusat terhadap keberhasilan Sumatera Selatan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Herman Deru menjelaskan pembangunan ekonomi Sumsel dilakukan secara bertahap dimulai dari penguatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan produksi dan infrastruktur penunjang ekonomi.

“Setelah konektivitas antardaerah tersambung, kami fokus menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama pengendalian inflasi. Evaluasi ini rutin dilakukan setiap pekan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Sumsel beberapa kali mendapat penghargaan pengendalian inflasi terbaik,” ujar Herman Deru.

Ia menyebut keberhasilan pengendalian inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi di Sumsel. Inflasi Sumsel pada 2025 tercatat sebesar 2,91 persen year on year (yoy).

Selain itu, Herman Deru juga memaparkan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang dijalankan selaras dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membangun kemandirian pangan masyarakat.

“Kami ingin program GSMP mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif sehingga mampu mandiri secara ekonomi,” katanya.

Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, Pemprov Sumsel juga menggencarkan program 100 Ribu Sultan Muda bersama OJK guna mencetak generasi muda yang mampu menjadi pelaku usaha dan eksportir.

“Saat ini sudah ada sekitar 9.800 anak muda yang tergabung dalam program Sultan Muda. Kini sebagian mereka sudah mampu melakukan ekspor,” jelasnya.

Herman Deru menambahkan, pengembangan komoditas unggulan daerah seperti kopi Sumsel terus diperkuat agar produktivitas tetap terjaga tanpa alih fungsi lahan, salah satunya melalui metode sambung pucuk.

Selain penguatan sektor UMKM dan generasi muda, Pemprov Sumsel juga terus mempercepat pengembangan New Palembang Port Tanjung Carat yang ditargetkan mulai berjalan pada kuartal mendatang sebagai gerbang distribusi ekonomi Sumsel.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru kembali menegaskan komitmen pembangunan melalui tagline “Sumsel Maju Terus untuk Semua” dengan fokus pada ekonomi inklusif, hilirisasi komoditas, penguatan infrastruktur, digitalisasi ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika global.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menyurutkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk kita membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia adalah kekuatan ekonomi di daerah,” ujar Friderica.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan pertumbuhan ekonomi nasional sangat dipengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah, termasuk melalui penguatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi ekonomi, hilirisasi industri, dan pengembangan SDM unggul.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel OJK

Komentar