24 Feb 2026 19:15

DPR RI Dorong Bulog Percepat Perputaran Stok Beras Jelang Panen Raya di Sumsel

DPR RI Dorong Bulog Percepat Perputaran Stok Beras Jelang Panen Raya di Sumsel

Kaganga.com PALEMBANG — Menjelang puncak musim panen raya, pengelolaan stok beras nasional menjadi sorotan Komisi IV DPR RI. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menekankan pentingnya percepatan distribusi stok lama di gudang Bulog agar kapasitas penyimpanan siap menampung hasil panen petani yang mulai meningkat di berbagai daerah.

Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Sukamaju, Palembang, Alex mengapresiasi kemampuan Bulog Sumatera Selatan menjaga kualitas beras meski telah disimpan hampir satu tahun. Menurutnya, kualitas beras yang tetap prima menunjukkan manajemen perawatan stok yang baik dan profesional.

Alex juga menilai langkah distribusi stok lama menjadi krusial untuk menjaga sirkulasi cadangan pangan nasional. Ia meminta Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog segera menyusun strategi percepatan penyaluran agar beras yang mendekati usia simpan satu tahun tidak menumpuk di gudang.

“Kami melihat Bulog sangat telaten dalam menjaga kualitas beras. Produksi Maret 2025 masih tersimpan dan kondisinya sangat baik. Namun, stok lama harus segera didistribusikan agar gudang siap menyerap hasil panen petani,” ujar Alex, Selasa (24/2/2026).

Menanggapi arahan tersebut, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, memaparkan strategi penguatan stok nasional yang tengah disiapkan. Bulog menargetkan serapan hingga 4 juta ton gabah dan beras pada 2026 untuk menjaga ketersediaan pangan nasional.

Selain itu, Bulog akan menyalurkan berbagai program cadangan pangan pemerintah, termasuk 720 ribu ton beras bantuan pangan serta 1,5 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Mersy Windrayani, memastikan ketahanan pangan di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung dalam kondisi aman. Saat ini stok beras mencapai sekitar 79 ribu ton dan diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, Bulog telah menyiapkan alokasi 20 ribu ton beras bantuan pangan yang akan disalurkan kepada sekitar 505 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran ini diharapkan dapat mengurangi stok di gudang sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Total alokasi bantuan pangan ini akan mengurangi stok di gudang. Di sisi lain, penyerapan hasil panen petani terus berjalan, sehingga stok akan tetap terjaga dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Mersy.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel DPR RI

Komentar