Kaganga.com PALEMBANG – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan tim khusus untuk melakukan penyemaian awan di sejumlah wilayah rawan, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Kota Palembang, guna meningkatkan curah hujan dan menjaga kelembapan lahan gambut.
Operasi yang dipusatkan di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang itu berlangsung selama 12 hari, mulai 19 hingga 30 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengatakan perubahan paradigma pengendalian karhutla kini lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan, salah satunya melalui intervensi modifikasi cuaca.
"Perubahan paradigma pengendalian karhutla yang kini berfokus pada pencegahan, salah satunya melalui intervensi modifikasi cuaca dengan memanfaatkan awan potensial untuk menginduksi hujan," ujarnya
Thomas menjelaskan, rekayasa cuaca dilakukan untuk menjaga Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) di lahan gambut tetap berada di atas ambang kritis. Selain itu, hujan buatan diharapkan dapat menambah cadangan air di kanal, embung, waduk, dan kolam retensi yang nantinya dimanfaatkan dalam operasi pemadaman apabila terjadi karhutla.
Selama dua hari pertama pelaksanaan OMC, tim gabungan telah melaksanakan tiga sortie penerbangan penyemaian awan konvektif. Penyemaian dilakukan berdasarkan analisis citra radar terhadap pertumbuhan awan di wilayah OKI, Banyuasin, dan Palembang.
Berdasarkan hasil pemantauan presipitasi dan overlay lintasan pesawat, hujan berhasil turun di sejumlah lokasi sasaran, terutama di Kabupaten OKI.
"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum kondisi cuaca di wilayah Sumatera Selatan relatif kering, namun potensi hujan masih ada di sekitar wilayah operasi penyemaian," katanya.
Operasi modifikasi cuaca di Sumsel mengadopsi keberhasilan program serupa yang sebelumnya dilaksanakan Kemenhut bersama BMKG di Provinsi Riau pada April 2026. Saat itu, OMC mampu meningkatkan curah hujan hingga 26,42 persen di atas rata-rata historis serta menekan kemunculan titik panas hingga nihil.
Thomas juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BMKG, TNI AU, BNPB, BPBD hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang terlibat dalam operasi tersebut.
"Selama operasi berlangsung, penting untuk memperkuat sinergi dan komunikasi, utamakan keselamatan dengan mematuhi SOP keselamatan penerbangan dan penyemaian bahan, serta optimasi dan pemantauan dampak untuk memastikan target semai sesuai pada wilayah gambut yang rawan," pungkasnya.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Pemprov Sumsel Cegah Karhutla