Kaganga.com Palembang – Setelah berbulan-bulan siaga di langit Sumatera Selatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), lima unit helikopter milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel kini resmi ditarik dari operasi. Langkah ini diambil seiring dengan mulai bergesernya cuaca ke musim hujan yang menandai berakhirnya masa darurat karhutla di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan bahwa penghentian operasional dilakukan karena curah hujan di sejumlah kabupaten telah meningkat sejak akhir Oktober. "Saat ini kondisi cuaca mulai lembap dan intensitas hujan meningkat, sehingga risiko kebakaran menurun signifikan," ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Lima helikopter yang ditarik terdiri dari tiga unit water bombing dan dua unit patroli udara. Seluruhnya telah menyelesaikan masa tugas setelah beroperasi intensif selama puncak musim kemarau. Proses penarikan dilakukan bertahap, menyesuaikan evaluasi lapangan dan laporan cuaca dari BMKG.
Sudirman menjelaskan, selama masa penugasan tahun ini, helikopter-helikopter tersebut telah mencatat kinerja luar biasa. Helikopter patroli udara melaksanakan 139 sorti dengan total waktu terbang mencapai 495 jam. Sementara itu, armada water bombing tercatat melakukan 223 sorti dan 5.338 kali penyaluran air, setara dengan 21,3 juta liter air yang disiramkan ke lahan terbakar.
“Operasi udara ini sangat membantu dalam mempercepat proses pemadaman di area yang sulit dijangkau darat. Tanpa dukungan armada udara, kebakaran di beberapa lokasi mungkin memakan waktu lebih lama untuk dikendalikan,” jelasnya.
Meski lima helikopter sudah ditarik, BPBD Sumsel memastikan masih ada empat unit yang disiagakan. Empat armada itu terdiri atas tiga unit water bombing dan satu unit patroli udara yang akan tetap stand-by jika kondisi cuaca kembali kering atau muncul titik panas baru. “Kami tetap menyesuaikan jadwal operasional sesuai perkembangan cuaca dan laporan harian BMKG,” tambah Sudirman.
Selain mengakhiri operasi udara, BPBD Sumsel kini mulai mengalihkan fokus pada upaya mitigasi menghadapi potensi bencana lain di musim hujan, seperti banjir dan tanah longsor. Koordinasi lintas instansi pun mulai dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan di wilayah rawan.
Sudirman menegaskan, masyarakat tetap diminta berperan aktif dalam menjaga lingkungan. “Walaupun hujan sudah turun, kami mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Api kecil sekalipun bisa menimbulkan kebakaran besar jika cuaca kembali panas,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian karhutla tahun ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, hingga kelompok masyarakat peduli api. “Kebersamaan ini harus terus dijaga agar penanganan bencana di Sumsel semakin tangguh dan terintegrasi,” tutupnya.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : BPBD Sumsel Pemprov Sumsel