Kaganga.com Palembang – Setelah beberapa minggu cuaca cerah tanpa kabar kebakaran besar, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dikejutkan dengan munculnya api di sejumlah titik. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan meluas di dua wilayah, yakni Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ilir (OKI), sejak awal pekan ini.
Kondisi ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat dan aparat daerah mengingat Sumsel merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Indonesia. Asap tipis mulai terlihat di beberapa kawasan perdesaan, menandakan adanya aktivitas pembakaran yang belum sepenuhnya terkendali.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ferdian Kristanto, menyebutkan bahwa kebakaran di kawasan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, telah melahap lahan seluas sekitar enam hektare. Dari total tersebut, tim Manggala Agni berhasil memadamkan sekitar 0,3 hektare.
“Jenis vegetasi yang terbakar berupa kebun karet bercampur semak belukar dengan kondisi tanah gambut sedalam 0,2 meter. Lahan tersebut termasuk dalam kategori Area Penggunaan Lain (APL),” ungkap Ferdian saat dikonfirmasi, Selasa (28/10/2025).
Ia menambahkan, meski sebagian titik api telah berhasil dikendalikan, namun sejumlah area masih menyala dan berpotensi meluas. Tim gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, serta BPBD setempat masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan dan pemadaman lanjutan.
Sementara di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tim pemadam masih menghadapi kendala besar dalam menjangkau area terbakar. Ferdian menjelaskan, kondisi geografis yang berupa rawa dan akses jalan yang sulit menjadi tantangan utama dalam menanggulangi api di wilayah tersebut.
“Lokasi di OKI sedang dalam peninjauan. Tim kami kesulitan menjangkau area karena medan yang berat dan terbatasnya jalur air. Pemadaman butuh waktu dan strategi khusus,” ujarnya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menuturkan bahwa saat ini ada tujuh kabupaten di Sumsel yang masuk dalam zona rawan karhutla. Daerah dengan jumlah kejadian terbanyak di antaranya Ogan Ilir (134 kejadian), Musi Banyuasin (132 kejadian), dan OKI (124 kejadian).
Selain tiga wilayah tersebut, empat daerah lainnya juga berada dalam kategori tinggi, yakni Banyuasin (91 kejadian), Muara Enim (69 kejadian), Penukal Abab Lematang Ilir (59 kejadian), dan Musi Rawas (41 kejadian). Menurutnya, penyebaran api dapat terjadi sangat cepat mengingat kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar.
“Sebagian besar kejadian terjadi di lahan perkebunan dan semak belukar. Kami terus melakukan patroli darat, memantau hotspot, serta menggencarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran,” terang Sudirman.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak perusahaan perkebunan dan aparat desa terus diperkuat agar langkah pencegahan bisa lebih efektif. Selain itu, BPBD bersama tim gabungan tetap siaga menghadapi potensi kebakaran baru di masa peralihan musim.
Pemerintah Provinsi Sumsel pun mengimbau seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi karhutla. Mengingat sebagian wilayah masih berstatus siaga, masyarakat diminta segera melapor jika menemukan indikasi kebakaran di sekitar area permukiman atau lahan terbuka.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly