13 Mar 2026 16:20

161 Ribu Personel Disiagakan Amankan Mudik Lebaran

161 Ribu Personel Disiagakan Amankan Mudik Lebaran

Kaganga.com PALEMBANG — Kepolisian Republik Indonesia bersama TNI dan berbagai instansi terkait menyiagakan sebanyak 161.243 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat 2026.

Operasi pengamanan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, serta lancar.

Hal itu disampaikan dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026).

Dalam operasi tersebut, aparat akan fokus mengamankan berbagai titik vital yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama masa libur Lebaran, seperti masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Secara nasional, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu yang akan menjadi pusat layanan informasi dan pengamanan bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang, pemerintah tetap mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan arus balik, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas, termasuk pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan.

Selain pengamanan lalu lintas, aparat juga diminta meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.

Di sisi lain, aparat kepolisian juga akan melakukan pendataan rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa libur Lebaran.

Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca saat arus mudik diperkirakan berpotensi berawan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi guna memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Operasi Ketupat 2026

Komentar